Sunday, September 24, 2017

APA ARTI VOLATILITAS BITCOIN BAGI ANDA/INVESTOR, BAIK ATAU BURUK?

Salah satu alasan yang digunakan untuk melawan Bitcoin, termasuk ungkapan Jamie Dimon, untuk menyerang Bitcoin adalah volatilitasnya yang tinggi. Apakah volatilitas tinggi itu sangat buruk bagi Bitcoin?
Memang sudah dari awal bitcoin muncul volatilitas Bitcoin sangat tinggi. Banyak yang senang dan ada juga yang sedih karena kehilangan dana mereka. Sebenarnya tidak rugi atau kehilangan dana. Cuman dana mereka hanya berpindah tangan. Contoh “di tahun 2013/2014 Bitcoin mengalami kenaikan harga hingga 1200 dollar atau dalam rupiah sekitar 15 juta dan waktu itu mengalami penurunan drastic hingga 200 dollar/2jt rupiah. Ada seseorang yang membeli Bitcoin di harga 15 juta, lalu harga turun selama tahun tersebut sampai 2015/2016 hingga 2 jt rupiah. Menurut saya dia tidak rugi jika dia bisa memanagement hal tersebut dengan menahan/hold Bitcoin hingga sekarang, dan lihat sendiri kan harga bitcoin di tahun ini kemarin dapat mencapai hampir 5000 dollar. Anda tidak rugi namun cuma berpindah tangan.”
Oke cukup ya intermezonya, mari kita masuk ke materi.
Nah disini saya akan mengurai mengenai volatilitas Bitcoin itu baik atau buruk.
VOLATILITAS ADALAH KESEMPATAN BAGI PARA PEDAGANG
Bagi para pedagang harian dan investor jangka pendek bukan pedagang tahunan, volatilitas Bitcoin memberi kesempatan besar untuk menghasilkan keuntungan. Dengan memprediksi tren jangka pendek di Bitcoin secara benar, para pedagang tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang besar; jauh lebih banyak daripada investor yang memiliki strategi buy-and-hold seperti cerita diatas, hold karena keadaan hehe.
KELAS ASET YANG SANGAT VOLATILE
Salah satu alasan mengapa investor tradisional mengabaikan Bitcoin adalah bahwa harganya yang sering berayun dari satu ekstrem ke ekstrem yang lain. Harganya meningkat dari sekitar $ 1.000 pada awal tahun ke puncak hingga mencapai $ 5.000 pada bulan September 2017 (keuntungan +400 persen), dan akhirnya jatuh ke harga terendah $ 3.000 (-40 persen dari puncaknya). Bahkan hal ini kejadiannya sama seperti dulu, harga Bitcoin jatuh dari $ 32 menjadi $ 2 di tahun 2011 (turun 94 persen). Ada periode volatilitas yang rendah, tapi ini jarang terjadi. Bitcoin bisa disebut emas digital, namun dalam hal volatilitas, Bitcoin memang rajanya.
VOLATILITAS MEMANG TIDAK BISA DIHINDARI SELAMA MASA PERTUMBUHAN
Bitcoin masih tergolong sebagai kelas aset yang relatif baru. Meskipun tingkat kesadaran tentang Bitcoin di antara populasi umum sudah meningkat, hanya sebagian kecil dari mereka yang memiliki Bitcoin dalam jumlah yang besar.
Terlebih lagi, investor institusi juga menghindari Bitcoin, mengingat sifatnya yang tidak diatur dan risiko yang terkait dengannya.
Seiring dengan adopsi/penggunaan Bitcoin yang terus meningkat dan permintaannya yang meningkat, harga Bitcoin bisa saja bergerak naik dengan cepat.
Demikian pula, jika ada berita negatif tentang Bitcoin, seperti rumor Cina yang akan menghentikan operasi bursa pertukaran kriptocurrency di negaranya, beberapa pemegang/bagholder Bitcoin mulai menjual Bitcoin dan harganya pun bisa turun dengan cepat.
Benar kan..
Namun berbeda lagi jika Bitcoin sudah tersebar luas nantinya, dan banyak orang yang mulai memegang Bitcoin, Harga Bitcoin bahkan volatilitasnya akan berkurang dan akan bergerak secara substansial.


Tuesday, September 19, 2017

Pemegang Bitcoin Bisa Klaim Gratis 16 Miliar Token Lumen Stellar, Tertarik?

Jaringan pembayaran terdesentralisasi, Stellar, mengumumkan babak akhir proyek Bitcoin-Lumen. Program ini menawarkan pemegang Bitcoin sejumlah token lumen gratis. Program—dimulai sejak April 2016—itu mengucurkan 19 persen dari total pasokan token lumen, yang diluncurkan secara eksklusif oleh pengembang untuk pengguna Bitcoin.

Menurut laman Cointelegraph, Kamis, 23 Maret 2017, dari 19 miliar token lumen yang ditawarkan oleh Stellar kepada pengguna Bitcoin, hanya tiga miliar yang dihadiahkan pada putaran pertama ini. Sisa token sebanyak 16 miliar akan dirilis sekaligus diumumkan secara resmi pada 28 Maret 2017. Nilai token yang tersisa mencapai US$ 16 juta atau sekitar Rp 212 miliar.

“Bitcoin menjadi inspirasi besar bagi Stellar, itulah sebabnya kami menciptakan program ini. Jaringan Bitcoin yang pertama menunjukkan kepada sekelompok pihak yang tidak dipercaya untuk menyepakati sebuah basis data terbuka, dan komunitas Bitcoin terus menambah pemahaman kita tentang dampak teknologi ini,” kata juru bicara Stellar, Kim Vu.

Lumen awalnya dikenal sebagai token stellar. Namanya berubah untuk membedakan dengan jaringan maupun organisasi nirlaba Stellar.org. Stellar bertujuan menawarkan pembayaran internasional hampir instan dengan biaya jauh lebih rendah ketimbang skema pembayaran alternatif lainnya. Teknologi terbaru dari jaringan organisasi kemitraan ini secara ide mirip dengan operasional SWIFT pada lembaga keuangan konvensional.

“Mengingat sifat jasa keuangan global yang beragam, kemampuan teknologi ini secara substansial dapat menekan biaya remitansi internasional lebih rendah dengan membuat transaksi melintasi batas-batas nasional, sehingga mata uang dan lembaga keuangan jauh lebih efisien," kata CEO Jed McCaleb kepada Cointelegraph saat peluncuran pada Desember.

SEC Tolak Proposal Bitcoin ETF dari SolidX, Ini yang Terjadi pada Harga Bitcoin

Securities and Exchange Commission—semacam Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan di Amerika Serikat—secara resmi menolak usulan Bitcoin ETF (penawaran perdana saham Bitcoin di bursa) kedua. SolidX, yang telah lama dianggap sebagai proposal pesaing si kembar, Tyler dan Cameron Winklevoss, ditolak karena dinilai kurangnya  perlindungan investor dan minimnya regulasi perdagangan Bitcoin di luar negeri. 

Seperti yang dilansir dari Cointelegraph, Selasa, 28 Maret 2017, dalih penolakan SEC menyetujui proposal SolidX ETF tampaknya segendang dan sepenarian dengan alasan menolak usulan si kembar Winklevoss. Dalam dokumen resminya, otoritas bursa saham Negeri Abang Sam itu menyatakan bahwa perusahaan SolidX tidak memiliki perjanjian pembagian pengawasan dan perlindungan investor untuk pembeli Bitocin dari ETF.

Bitcoin sebagai jaringan keuangan desentralisasi dan protokol peer-to-peer diciptakan untuk tidak dapat dikendalikan oleh pihak ketiga. Bisnis ini diluncurkan lewat jaringan Bitcoin yang dapat diatur oleh pemerintah namun jaringan itu sendiri tidak mungkin untuk dikontrol atau dimanipulasi. Walhasil, tidak seperti jaringan keuangan konvensional, hampir tidak mungkin bagi pengusul Bitcoin ETF untuk menyetujui perjanjian pembagian pengawasan.

Situasi akan lebih sulit jika penyedia Bitcoin ETF harus melacak asal dan aliran transaksi Bitcoin dengan sistem keuangan lain yang ada di pasar efek. Berdasarkan respons dari SEC sehubungan dengan penolakan SolidX, dapat disimpulkan Bitcoin ETF tidak akan disetujui atau diperkenalkan ke pasar AS publik dalam waktu dekat. Dalam dokumennya, SEC mencatat kurangnya regulasi dalam perdagangan luar negeri sebagai salah satu alasan utama penolakan SolidX.

Meski muncul penolakan kedua terhadap pembentukan Bitcoin ETF, harga Bitcoin terpantau stabil terhadap putusan SEC. Ketika proposal si kembar Winklevoss Bitcoin ETF ditolak, laman Cointelegraph melaporkan harga turun dari US$ 1.200 hingga US$ 960 dalam beberapa menit. Tampaknya, komunitas Bitcoin menyadari Bitcoin ETF tidak diperlukan bagi Bitcoin untuk tumbuh sebagai mata uang digital, emas digital, dan sistem pembayaran.

Ribut Harga Bitcoin Anjlok: 9 Altcoin Ikut Turun, Faktor Bitcoin ETF atau Khawatir Keamanan?


Harga sembilan dari sepuluh mata uang digital atau cryptocurrency mengalami penurunan antara tiga persen hingga 12 persen dalam 24 jam terakhir. Rabu waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, harga Bitcoin turun lebih dariUS $ 100, atau setara kehilangan enam persen dengan Ethereum mencatat kerugian yang sama. Sedangkan Monero ambruk 10 persen. Hanya Ripple membukukan kenaikan 6,5 persen sekaligus melawan tren penurunan.

Penurunan harga yang meluas itu muncul menjelang keputusan terhadap Bitcoin ETF oleh otoritas bursa saham (Securities and Exchange Commission) Amerika Serikat pada Jumat, 11 Maret 2017. Para pedagang menjual Bitcoinnya untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan penolakan terhadap investor Bitcoin, yang jika disetujui, akan menjadi perusahaan pertama mencatatkan dirinya di bursa saham.




 Selain itu, pada Selasa, laman pembocor dokumen rahasia Wikileaks menerbitkan volume pertama dari proyek data massal terkait praktik mata-mata AS, yang diduga menyadap perangkat elektronik konsumen seperti smartphone di seluruh dunia. Meski sulit disebut sebagai penyebab kemerosotan yang mendadak itu, berita tentang kerentanan perangkat konsumen juga mengancam akses dana cryptocurrency dalam perangkat tersebut.

Sebelum berita kebocoran merebak, John McAfee, programmer dan investor, sudah memperingatkan pada konferensi Blockchain di London, November 2016, bahwa password dompet mata uang digital bisa diretas dalam “lima menit”. “Ini untuk pemilik ratusan ribu dolar di dompet smartphone. Saya beritahukan, ‘Jika Anda memberi saya nomor telepon, dalam lima menit saya akan mentransfer semua Bitcoin Anda ke rekening saya’.”

Prediksi Harga Bitcoin Indonesia

Perdagangan Bitcoin semakin marak saat ini dengan semakin banyaknya pengguna-pengguna baru di Bitcoin, sehingga hal ini mempengaruhi permintaan dan  stock Bitcoin yang diperdagangkan, akibatnya, Harga Bitcoin bisa menjulang tinggi selangit dan kemudian turun ke lembah hitam dengan begitu drastis. Bagi yang belum mahir menganalisa harga bitcoin, maka akan susah untuk mengikuti trading atau perdagangan Bitcoin. Apakah seharusnya membeli Bitcoin, ataukah harusnya menjual Bitcoin.

Nah, sekarang kita tidak usah susah-susah memprediksi harga bitcoin. Lalu bagaimana kita mengambil keputusan kapan kita membeli dan kapan kita menjual Bitcoin? Agar kita selalu untung dalam ber trading. Maka cara termudah adalah dengan mengikuti apa yang diberikan oleh orang yang sudah ahli dibidangnya, bukankah jika kita mengikuti seorang ahli ilmu, kita tidak akan tersesat? Nah itu yang akan kita lakukan.


Caranya adalah dengan melihat Chatroom yang ada di vip.bitcoin.co.id. Disitu ada banyak sekali member-member yang saling bercakap-cakap, dari sekedar obrolan kosong sampai ke memprediksi harga bitcoin, Ini loh yang akan kita manfaatkan.

Kemudian yang perlu kita perhatikan, dari sekian banyak nama orang atau username di Chatroom, manakah yang akan kita ikuti untuk mengabil keputusan kapan kita akan jual dan membeli bitcoin? Di Chatroom anda bisa melihat ada banyak nama username dengan warna yang berbeda beda, nah, kita hanya memperhatikan warna saja, karena dari warna username, kita bisa mengetahui sudah berapa banyak transaksi yang telah ia lakukan, semakin banyak transaksi, maka asumsinya adalah semakin handal ia memprediksi harga bitcoin, dan kita bisa mengikuti langkah-langkahnya.

Dan ini penjelasan dari perbedaan warna username pada Chatroom VIP.*
  1. Newcomer (Abu-abu) – Belum pernah melakukan transaksi di VIP.bitcoin.co.id.
  1. New Bitcoiner (Hitam) – Jumlah transaksi berada dibawah Rp 10.000.000
  1. Bitcoiner (Cokelat) – Jumlah transaksi berkisar antara Rp 10.000.000 – Rp 100.000.000
  1. True Bitcoiner (Emas) – Jumlah transaksi berkisar antara Rp 100.000.000 – Rp 1.000.000.000
  1. Hardcore Bitcoiner (Biru) – Jumlah transaksi berada diatas Rp 1.000.000.000 – Rp 2.500.000.000
  1. Bitcoin Mastah (Hijau) – Jumlah transaksi berada diatas Rp 2.500.000.000 – Rp 25.000.000.000
  1. Bitcoin Jedi (Ungu) – Jumlah transaksi berada diatas Rp. 25.000.000.000
  1. Partner Exchange (Merah dengan tanda ✓) – Perusahaan Exchange yang telah secara resmi bekerja sama dengan VIP.bitcoin.co.id
  1. Pengawal Bitcoiner (Merah) – Tim dari manajemen VIP.bitcoin.co.id yang dibentuk untuk menjaga kenyamanan member di Chatroom VIP.

x

Bagaimana? Apakah warna username anda? Apakah masih di level Newcomer ataukah sudah di level Bitcoin Jedi?
Teknisnya seperti apa? Simak penjelasan berikut ini. Saya beri contoh.
Lihat gambar di bawah ini.
Username dengan warna Hijau, itu sudah level Mastah, transaksinya sudah sangat banyak, itu dia ngasih Screnshoot yang saya kasih lingkaran lonjong warna merah silakan lihat ada berapa banyak BTC di akunnya https://prnt.sc/fswh1v. 
Untuk mengambil keputusan kapan anda akan membeli atau menjual Bitcoin, anda bisa melihat chat yang dikirim oleh username dengan warna Hijau atau setidaknya Biru.
Misalnya seperti ini.
 Itu ada Username Hijau yang memberi sinyal akan membeli Dash, anda bisa mengikutinya.

Tapi kalau yang lagi aktif seperti ini.
Anda jangan mudah untuk tergiur mengikuti apa yang mereka lakukan.
Bagaimana, mudah bukan menebak harga bitcoin?
Tapi itu semua juga tidak menjamin 100% akurat, bagaimanapun, username dengan warna Hijau itu juga manusia, bisa juga mengalami kesalahan.
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online